Apa C dan C++ ??
C++ adalah bahasa pemrograman komputer, C++ dikembangkan
di Bell Labs (Bjarne Stroustrup) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan
dari bahasa sebelumnya, yaitu BCL, Pada awalnya, bahasa tersebut dirancang
sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada sistem Unix, Pada
perkembangannya, versi ANSI (American National Standart Institute) Bahasa
pemrograman C menjadi versi dominan, Meskipun versi tersebut sekarang jarang
dipakai dalam pengembangan sistem dan jaringan maupun untuk sistem embedded,
Bjarne Stroustrup pada Bell labs pertama kali mengembangkan C++ pada awal
1980-an, Untuk mendukung fitur-fitur pada C++, dibangun efisiensi dan sistem
support untuk pemrograman tingkat rendah (low level coding). Pada C++
ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti
inheritance dan overloading. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan
bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object
Oriented Programming).
Perbedaan Antara Bahasa pemrograman C dan C++ meskipun bahasa-bahasa tersebut menggunakan
sintaks yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan, C merupakan bahasa
pemrograman prosedural, dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan dengan
membagi-bagi masalah tersebut kedalam su-submasalah yang lebih kecil, Selain
itu, C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman
berorientasi objek, Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama
dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya
sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan
object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class
dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.
Setiap
program C++ mempunyai bentuk umum seperti di bawah ini, yaitu diantaranya :
1. Include
Merupakan
salah satu pengarah Prepocessor Directive yang tersedia
pada C++. Prepocessor selalu dijalankan terlebih dahulu pada
saat proses kompilasi terjadi.
Bentuk
umumnya:
# include <nama file>
|
Baris
tesebut mengintruksikan kepada kompiler yang menyisipkan file lain dalam hal
ini file yang berakhiran .h (file header) yaitu file yang berisi sebagai
deklarasi. Contonya: #include <iostream.h>, #include<conio.h>,
#include <stdio.h>
2. Fungsi
main ()
Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program C++. main adalah
nama judul fungsi. Kesmpulannya bahwa batang tubuh program utama berada di
dalam fungsi main ( ).
3. Komentar
Komentar tidak pernah dicompile oleh compiler. Dalam C++
ada 2 jenis komentar, yaitu:
Jenis 1: /* Komentar anda di letakkan di dalam ini bisa
mengapit lebih dari satu baris */
Jenis 2: / Komentar anda di letakkan di sini (hanya bisa
perbasis)
4. Tanda
Semilicon
Tandasemilic on “ ; ” digunakan untuk
mengakhiri sebuah pernyataan. Setiap pernyataan harus diakhiri dengan sebuah
tanda semilicon
1. #include <file-header> merupakan
preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang
memuat beberapa perintah-perintah dari C++
(contoh, apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus
menggunakan file header iostream.h)
2. main() merupakan awal mula dari blok program
utama
3. tanda { dan }
sebagai punctuator yang awal blok program
hingga akhir blok program
4. cout merupakan perintah keluaran pada C++
5. getch(); apabila
ditempatkan sebelum funtuator
}, maka berfungsi sebagai penahan dari
tampilan hasil
File Header
(#include) adalah salah satu jenis
dari preprocessor directive yg kegunaannya adalah untuk
menyisipkan file-file header (contoh:iostream.h) ke dalam program.
Pada contoh diatas iostream.h,conio.h,stdio.h
disebut file header. File header tersebut diperlukan agar perintah cout atau
cin bisa dijalankan. Apabila file heder tersebut dihapus maka akan terjadi
error. File Header adalah kumpulan variable, fungsi, konstanta, yang
tersimpan dalam file berekstensi.h (contoh:iostream,conio,stdio,iomanip,dll)
Masing-masing file header mempunyai anak (fungsi), contoh:
1. iostream = cout,cin
2. stdio = scanf,printf,gets,puts,
3. conio = getch,clrscr,endl
* Masih banyak jenis2 file header yang lain. File-file
Header dapat anda lihat di folder instalan C++ yang otomatis ada,
jika anda menginstal program c++ di komputer anda.
Fungsi main()
Bagian main() di atas merupakan sebuah fungsi yang
merupakan dasar penyusunan blok program dalam C++. Sebuah program C++ minimal
harus memiliki satu fungsi main(). Tulisan main() merupakan nama fungsi,
sedangkan bagian yang diapit dengan { } disebut blok (tubuh fungsi). Dalam hal
ini { merupakan tanda awal blok dan } adalah tanda akhir blok.
Statement (Pernyataan)
Pernyataan merupakan bagian program yang berupa instruksi
kepada computer untuk melakukan sesuatu. Menampilkan tulisan dilayar,
menghitung operasi aritmatika, membaca inputan dan lain sebagainya. Setiap
pernyataan harus diakhir dengan tanda titik koma “;”.
Komentar
Komentar merupakan bagian program yang tidak ikut dieksekusi
oleh program. Bagian ini berfungsi sebagai keterangan atas program yang telah
ditulis, komentar sangat penting karena dapat mempermudah pembaca program dalam
memahami program yang dibacanya. Pada C++ suatu komentar diawali dengan dua
garis miring ( // ).Selain menggunakan //, komentar pada C++ juga dapat ditulis
dengan ( /* komentar */ ) untuk lebih dari satu baris.
contoh:
main() // main adalah fungsi utama
main() /* main adalah fungsi utama yang
mengawali sebuah listing program*/
Apa itu model memori dan tipe data pada C++ ???
Sebelum membuat suatu listing program, ada baiknya kita
lebih dulu mengenal model memori dan tipe data yang akan digunakan. model
memori dan tipe data ini berhubungan dengan pemakaian memori komputer pada saat
program yang kita buat sedang berjalan, jika program yang dibuat masih standar
mungkin tidak akan terasa berbeda, namun bagaimana jika program yang kita buat
adalah program yang kompleks? Oleh karena itu kita harus menentukan dengan
tepat tipe data apa yang dipakai untuk menampung data sementara pada memori
komputer. Borland C++ mempunyai enam model memori untuk program dan
data, diantaranya :
Model-model memori tersebut adalah:
1. Model Tiny
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program
dan data tidak lebih dari 64 Kb
2. Model Small
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk
masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb.
3. Model Medium
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program
tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.
4. Model Compact
Model memori yang menyediakan
jumlah memori untuk program lebih dari 64
Kb dan data tidak lebih dari 64 K.
5. Model Large
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program
dan data lebih dari 64 K.
6. Model Huge
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data.
Penggunaan memori tidak terlepas dari tipe data yang
dipakai oleh programer. Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar, yaitu :
1. Char, ukuran memori 1 Byte, Jangkauan Nilai
-128 s.d 127
2. Int, ukuran memori 2Byte, Jangkauan Nilai
-32768 s.d 32767
3. Short, ukuran memori 2 Byte, Jangkauan Nilai
-32768 s.d 32767
4. Long, ukuran memori 4 Byte, Jangkauan Nilai
-2147435648 s.d 2147435547
5. Float, ukuran memori 4 Byte, Jangkauan Nilai
3.4×10-38 s.d 3.4×10+38
6. Double, ukuran memori 8 Byte, Jangkauan Nilai
1.7×10-308 s.d 1.7×10+308
7. Long Double, ukuran memori 10 Byte, Jangkauan
Nilai 3.4×10-4932 s.d 1.1×10+4932
Tipe Data Tambahan yang dimiliki oleh Borland C++,
adalah Unsigned, digunakan bila data yang digunakan hanya data yang
positif saja. Yaitu :
· Unsigned Integer, ukuran memori 2 Byte,
Jangkauan Nilai 0-65535
· Unsigned Character, ukuran memori 1 Byte,
Jangkauan Nilai 0-255
· Unsigned Long Integer, ukuran memori 4 Byte,
Jangkauan Nilai 0-4294967295
Konstanta
Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya
tetap. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
· Konstanta Bilangan
· Konstanta Teks
A. Konstanta Bilangan
Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi
menjadi tiga kelompok, antara lain:
1. Konstanta Bilangan Bulat (Integer).
Adalah bilangan yang tidak mengandung
nilai desimal. Ini merupakan nilai default pada konstanta
bilangan.
Contoh : 1, 2, 3, 100
2. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal (
Floating Point ) Konstanta Floating Point, mempunyai bentuk penulisan, yaitu :
· Bentuk Desimal ( contoh : 5.57 )
· Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat (
contoh : 4.22e3 ‰ 4.22 x 103 )s
3. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double
Precision )
Konstanta Double Precision, pada prinsipnya sama seperti
Konstanta Floating Point, tetapi Konstanta Double
Precision mempunyai daya tampung data lebih besar.
FUNGSI
INPUT/OUTPUT
Fungsi Input
1.
Input Tanpa Format
a. Memasukkan Nilai
Karakter
Fungsi yang digunakan :
getche( ) : memasukkan karakter
tanpa penekanan Enter
getchar( ) : memasukkan karakter dengan
penekanan Enter
getch( )
: memasukkan karakter dengan penekanan
enter tanpa menampilkan di layar monitor.
Contoh ;
#include
<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
char C;
printf(“Masukan karakter : “); C = getche();
printf(“\nKarakter yang dimasukkan adalah : %c, C);
}
Out : Masukkan karakter : a
Karakter yang dimasukkan adalah : a
b. Memasukkan String
Fungsi yang digunakan adalah fungsi gets( ). Fungsi ini
menggunakan argument variabel string untuk menerima data.
Contoh :
#include <stdio.h>
#include
<conio.h>
main()
{
char S[50];
printf(“Masukan String : “); C = gets(S);
printf(“String yang dimasukkan adalah : %s,S);
}
Out :
Masukkan String : Saya
String yang dimasukkan adalah : Saya
2. Input Data Terformat
Fungsi yang digunakan adalah scanf( ).
Kode-kode format untuk scanf
Kode Format
|
Kegunaan
|
%c
%d
%i
%h
%e
%f
%g
%s
%o
%x
|
Membaca sebuah
karakter
Membaca sebuah nilai
integer decimal
Membaca sebuah nilai
integer decimal
Membaca sebuah nilai
short integer decimal
Membaca sebuah dta
pecahan
Membaca sebuah data
pecahan
Membaca sebuah data
pecahan
Membaca sebuah data
string
Membaca sebuah nilai
octal
Membaca sebuah nilai
hexadesimal
|
Contoh input string :
#include”stdio.h”
main( )
{ char S[80];
printf(“Masukkan string : “);
scanf(“%[^\n]”,S);
printf(“Nilai
String adalah : %s \n”, S) ;
}
Out : Masukkan string : saya
suka kamu
Nilai string adalah : saya suka kamu
Ket
: %[^\n] digunakan menggantikan %s agar
semua karakter termasuk spasi akan dibaca sampai ditemui penekan tombol enter,
karena %s tidak akan membaca spasi atau tab. Untuk input string tidak perlu
menggunakan operator pointer ‘&’, karena pengenal ini sudah berbentuk suatu
pointer.
Contoh input numeric
#include <stdio.h>
main ( )
{
float F;
int I;
char C;
scanf(“%4f %4d %c”,&F,&I,&C);
printf(“Nilai yang diinput : %5.2f %i dan %c \n”,F,I,C);
}
Out : Jika nilai yang
diinput 12.345678 a
Nilai yang diinput : 12.30 4567 dan 8
note : Pemisah nilai-nilai data yang
dimasukkan tergantung dari pemisah kode format yang digunakan. Jika antara kode
format digunakan pemisah spasi atau tanpa pemisah maka nilai data yang
dimasukkan harus dipisahkan dengan whitespace character(blank, tabulasi atau
enter).
Fungsi Output
1. Output Tanpa Format
Fungsi yang digunakan adalah :
Putch() :
untuk menampiulkan karakter
Putchar() : untuk menampilkan nilai
karakter.
Puts()
: untuk menampilkan string.
Contoh :
Char C, S[10] =
“ini string”;
C = ‘A’;
Putchar(C);
Puts(S);
Output : A ini string
2. Output dengan format
Fungsi yang digunakan adalah printf( )
Kode-kode format untuk printf
Kode Format
|
Kegunaan
|
%c
%s
%d
%i
%u
%e
%f
%g
%o
%x
%p
|
Menampilkan sebuah
karakter
Menampilkan nilai
string
Menampilkan nilai
integer decimal
Menampilkan nilai
integer decimal
Menampilkan nilai
integer decimal tak bertanda
Menampilkan nilai
pecahan dalam notasi saintific
Menampilkan nilai
pecahan
Pengganti %f atau %e
tergantung yg terpendek
Menampilkan sebuah
nilai octal
Menampilkan nilai
hexadecimal
Menampilkan suatu
alamat memory untuk pointer
|
Mencetak karakter atau string
Format penampilan :
%-Nc
: menampilkan 1 karakter dengan lebar N karakter rata kiri..
%s
: menampilkan semua karakter di nilai string rata kiri.
%Ns
: menampilkan semua karakter rata kanan dengan lebar minimum N posisi.
%-Ns
: menampilkan semua karakter rata kiri dengan lebar min N posisi.
%N.Ms :
menampilkan rata kanan hanya M buah karakter pertama saja dengan lebar N
posisi.
%-N.Ms
: menampilkan rata kiri hanya M buah karakter pertama saja dengan lebar N
posisi.
%.Ms
: menampilkan sejumlah M karakter pertama rata kiri..
Menampilkan Nilai decimal Integer
Kombinasi kode format untuk integer :
%ld, %li : long int
%hi
: short int
%hu
: unsigned short int
%lu
: unsigned long int
Format penampilan :
%i
: menampilkan semua digit rata kiri.
%Ni :
menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar minimum N posisi.
%-Ni : menampilkan semua
digit rata kiri dengan lebar min N posisi.
%0Ni : menampilkan rata
kanan dengan lebar N digit, blank diisi dengan nol.
%+Ni : menampilkan tanda positip
pada numeric positip.
Menampilkan nilai pecahan
Kombinasi Kode format :
%lf atat %le atau
%lg
: double
%Lf , %Le atau
%Lg
: long double
Format penampilan :
%f
: menampilkan semua digit rata kiri.
%Nf atau %
-Nf : menampilkan semua digit
rata kanan atau rata kiri dengan lebar minimum N digit.
%N.Mf
: menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar min N digit dengan M
digit nilai di belakang koma..
%0Nf
: menampilkan rata kanan dengan lebar minimum N digit, blank diisi dengan nol.
%N.0f
: menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar min N digit tanpa
pecahan.
%.Mf
: menampilkan nilai dengan M digit dibelakang desimal rata kiri.
#
: mencegah pembuangan angka-angka nol di belakang titik decimal.
¨ Menampilkan Nilai
Hexadesimal dan Oktal
%#x
: menampilkan nilai hexa dengan tampilan diawali 0x
%#o
: menampilkan nilai
octal dengan tampilan diawali 0
¨ clrscr()
:
perintah untuk membersihkan layar dan Prototype fungsi terdapat di file judul
conio.h
¨ gotoxy(kol,bar) : mengatur posisi kursor pada
kolom dan baris yang dituju.
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
1024×768
Normal
0
false
0
false
false
false
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}
Apa C dan C++ ??
C++ adalah bahasa
pemrograman komputer, C++ dikembangkan di Bell Labs (Bjarne Stroustrup) pada
awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu BCL,
Pada awalnya, bahasa tersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang
dijalankan pada sistem Unix, Pada perkembangannya, versi ANSI (American
National Standart Institute) Bahasa pemrograman C menjadi versi dominan,
Meskipun versi tersebut sekarang jarang dipakai dalam pengembangan sistem dan
jaringan maupun untuk sistem embedded, Bjarne Stroustrup pada Bell labs pertama
kali mengembangkan C++ pada awal 1980-an, Untuk mendukung fitur-fitur pada C++,
dibangun efisiensi dan sistem support untuk pemrograman tingkat rendah (low
level coding). Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan
sifat-sifatnya seperti inheritance dan overloading. Salah satu perbedaan yang
paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman
berorientasi objek (Object Oriented Programming).
Perbedaan
Antara Bahasa pemrograman C dan C++ meskipun bahasa-bahasa tersebut menggunakan sintaks yang sama
tetapi mereka memiliki perbedaan, C merupakan bahasa pemrograman prosedural,
dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah
tersebut kedalam su-submasalah yang lebih kecil, Selain itu, C++ merupakan
bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk
menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan
class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi
dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan object,
anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class dibuat
kemudian masalah dipecahkan dengan Class.
Bentuk Umum :
1. #include <file-header> merupakan
preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang
memuat beberapa perintah-perintah dari C++
(contoh, apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus
menggunakan file header iostream.h)
2. main() merupakan awal mula dari blok program
utama
3. tanda { dan }
sebagai punctuator yang awal blok program
hingga akhir blok program
4. cout merupakan perintah keluaran pada C++
5. getch(); apabila
ditempatkan sebelum funtuator
}, maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan
hasil
File Header
(#include) adalah salah satu jenis
dari preprocessor directive yg kegunaannya adalah untuk
menyisipkan file-file header (contoh:iostream.h) ke dalam program.
Pada contoh diatas iostream.h,conio.h,stdio.h
disebut file header. File header tersebut diperlukan agar perintah cout atau
cin bisa dijalankan. Apabila file heder tersebut dihapus maka akan terjadi
error. File Header adalah kumpulan variable, fungsi, konstanta, yang
tersimpan dalam file berekstensi.h (contoh:iostream,conio,stdio,iomanip,dll)
Masing-masing file header mempunyai anak (fungsi), contoh:
1. iostream = cout,cin
2. stdio = scanf,printf,gets,puts,
3. conio = getch,clrscr,endl
* Masih banyak jenis2 file header yang lain.
File-file Header dapat anda lihat di folder instalan C++ yang otomatis ada,
jika anda menginstal program c++ di komputer anda.
Fungsi main()
Bagian main() di atas merupakan sebuah fungsi
yang merupakan dasar penyusunan blok program dalam C++. Sebuah program C++
minimal harus memiliki satu fungsi main(). Tulisan main() merupakan nama
fungsi, sedangkan bagian yang diapit dengan { } disebut blok (tubuh fungsi).
Dalam hal ini { merupakan tanda awal blok dan } adalah tanda akhir blok.
Statement (Pernyataan)
Pernyataan merupakan bagian program yang
berupa instruksi kepada computer untuk melakukan sesuatu. Menampilkan tulisan
dilayar, menghitung operasi aritmatika, membaca inputan dan lain sebagainya.
Setiap pernyataan harus diakhir dengan tanda titik koma “;”.
Komentar
Komentar merupakan bagian program yang tidak ikut dieksekusi
oleh program. Bagian ini berfungsi sebagai keterangan atas program yang telah
ditulis, komentar sangat penting karena dapat mempermudah pembaca program dalam
memahami program yang dibacanya. Pada C++ suatu komentar diawali dengan dua
garis miring ( // ).Selain menggunakan //, komentar pada C++ juga dapat ditulis
dengan ( /* komentar */ ) untuk lebih dari satu baris.
contoh:
main() // main adalah fungsi utama
main() /* main adalah fungsi utama yang
mengawali sebuah listing program*/
Apa itu model memori
dan tipe data pada C++ ???
Sebelum membuat suatu listing program, ada
baiknya kita lebih dulu mengenal model memori dan tipe data yang akan
digunakan. model memori dan tipe data ini berhubungan dengan pemakaian memori
komputer pada saat program yang kita buat sedang berjalan, jika program yang
dibuat masih standar mungkin tidak akan terasa berbeda, namun bagaimana jika
program yang kita buat adalah program yang kompleks? Oleh karena itu kita harus
menentukan dengan tepat tipe data apa yang dipakai untuk menampung data
sementara pada memori komputer. Borland C++ mempunyai enam
model memori untuk program dan data, diantaranya :
Model-model memori tersebut adalah:
1. Model Tiny
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan
data tidak lebih dari 64 Kb
1. Model Small
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing
program dan data tidak lebih dari 64 Kb.
2. Model Medium
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak
lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.
3. Model Compact
Model memori yang menyediakan
jumlah memori untuk program lebih dari 64
Kb dan data tidak lebih dari 64 K.
4. Model Large
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan
data lebih dari 64 K.
5. Model Huge
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data.
Penggunaan memori
tidak terlepas dari tipe data yang dipakai oleh programer. Borland C++
memiliki 7 tipe data dasar, yaitu :
1. Char, ukuran memori 1 Byte, Jangkauan Nilai
-128 s.d 127
2. Int, ukuran memori 2Byte, Jangkauan Nilai
-32768 s.d 32767
3. Short, ukuran memori 2 Byte, Jangkauan Nilai
-32768 s.d 32767
4. Long, ukuran memori 4 Byte, Jangkauan Nilai
-2147435648 s.d 2147435547
5. Float, ukuran memori 4 Byte, Jangkauan Nilai
3.4×10-38 s.d 3.4×10+38
6. Double, ukuran memori 8 Byte, Jangkauan Nilai
1.7×10-308 s.d 1.7×10+308
7. Long Double, ukuran memori 10 Byte, Jangkauan
Nilai 3.4×10-4932 s.d 1.1×10+4932
Tipe Data
Tambahan yang dimiliki oleh Borland C++,
adalah Unsigned, digunakan bila data yang digunakan hanya data yang
positif saja. Yaitu :
· Unsigned Integer, ukuran memori 2 Byte,
Jangkauan Nilai 0-65535
· Unsigned Character, ukuran memori 1 Byte,
Jangkauan Nilai 0-255
· Unsigned Long Integer, ukuran memori 4 Byte,
Jangkauan Nilai 0-4294967295
Konstanta
Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya
tetap. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
· Konstanta Bilangan
· Konstanta Teks
A. Konstanta Bilangan
Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi
menjadi tiga kelompok, antara lain:
1. Konstanta Bilangan Bulat (Integer).
Adalah bilangan yang tidak
mengandung nilai desimal. Ini merupakan nilai default pada
konstanta bilangan.
Contoh : 1, 2, 3, 100
2. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal (
Floating Point ) Konstanta Floating Point, mempunyai bentuk penulisan, yaitu :
· Bentuk Desimal ( contoh : 5.57 )
· Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat (
contoh : 4.22e3 ‰ 4.22 x 103 )s
3. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double
Precision )
Konstanta Double Precision, pada prinsipnya
sama seperti Konstanta Floating Point, tetapi Konstanta
Double Precision mempunyai daya tampung data
lebih besar.
FUNGSI
INPUT/OUTPUT
Fungsi Input
1.
Input Tanpa Format
a. Memasukkan Nilai
Karakter
Fungsi yang digunakan
:
getche( )
: memasukkan karakter tanpa penekanan Enter
getchar(
) : memasukkan karakter dengan penekanan Enter
getch( )
: memasukkan karakter dengan penekanan
enter tanpa menampilkan di layar monitor.
Contoh ;
#include
<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
char C;
printf(“Masukan karakter : “); C = getche();
printf(“\nKarakter yang dimasukkan adalah : %c, C);
}
Out : Masukkan karakter : a
Karakter yang dimasukkan adalah : a
b. Memasukkan String
Fungsi yang digunakan adalah fungsi gets( ).
Fungsi ini menggunakan argument variabel string untuk menerima data.
Contoh :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
char S[50];
printf(“Masukan String : “); C = gets(S);
printf(“String yang dimasukkan adalah : %s,S);
}
Out : Masukkan String :
Saya
String yang dimasukkan adalah : Saya
2.
Input Data Terformat
Fungsi yang digunakan
adalah scanf(
).
Kode-kode format untuk scanf
Kode Format
|
Kegunaan
|
%c
%d
%i
%h
%e
%f
%g
%s
%o
%x
|
Membaca sebuah
karakter
Membaca sebuah nilai
integer decimal
Membaca sebuah nilai
integer decimal
Membaca sebuah nilai
short integer decimal
Membaca sebuah dta
pecahan
Membaca sebuah data
pecahan
Membaca sebuah data
pecahan
Membaca sebuah data
string
Membaca sebuah nilai
octal
Membaca sebuah nilai
hexadesimal
|
Contoh input string :
#include”stdio.h”
main(
)
{
char S[80];
printf(“Masukkan string : “); scanf(“%[^\n]”,S);
printf(“Nilai String adalah : %s \n”, S) ;
}
Out : Masukkan
string : saya suka kamu
Nilai string adalah : saya suka kamu
Ket
: %[^\n] digunakan menggantikan %s agar
semua karakter termasuk spasi akan dibaca sampai ditemui penekan tombol enter,
karena %s tidak akan membaca spasi atau tab. Untuk input string tidak perlu
menggunakan operator pointer ‘&’, karena pengenal ini sudah berbentuk suatu
pointer.
Contoh input numeric
#include <stdio.h>
main ( )
{ float F;
int I;
char C;
scanf(“%4f %4d %c”,&F,&I,&C);
printf(“Nilai yang diinput : %5.2f %i dan %c \n”,F,I,C);
}
Out
: Jika nilai yang diinput 12.345678 a
Nilai yang diinput : 12.30 4567 dan 8
note :
Pemisah nilai-nilai data yang dimasukkan tergantung dari pemisah kode format
yang digunakan. Jika antara kode format digunakan pemisah spasi atau tanpa
pemisah maka nilai data yang dimasukkan harus dipisahkan dengan whitespace
character(blank, tabulasi atau enter).
Fungsi Output
1.
Output Tanpa Format
Fungsi yang digunakan adalah :
Putch()
: untuk menampiulkan karakter
Putchar() : untuk
menampilkan nilai karakter.
Puts()
: untuk menampilkan string.
Contoh :
Char C, S[10] = “ini string”;
C =
‘A’;
Putchar(C); Puts(S);
Output : A ini string
2.
Output dengan format
Fungsi yang digunakan
adalah printf( )
Kode-kode format untuk
printf
Kode Format
|
Kegunaan
|
%c
%s
%d
%i
%u
%e
%f
%g
%o
%x
%p
|
Menampilkan sebuah
karakter
Menampilkan nilai
string
Menampilkan nilai
integer decimal
Menampilkan nilai
integer decimal
Menampilkan nilai
integer decimal tak bertanda
Menampilkan nilai
pecahan dalam notasi saintific
Menampilkan nilai
pecahan
Pengganti %f atau %e
tergantung yg terpendek
Menampilkan sebuah
nilai octal
Menampilkan nilai
hexadecimal
Menampilkan suatu
alamat memory untuk pointer
|
Mencetak
karakter atau string
Format penampilan :
%-Nc
: menampilkan 1 karakter dengan lebar N karakter rata kiri..
%s
: menampilkan semua karakter di nilai string rata kiri.
%Ns
: menampilkan semua karakter rata kanan dengan lebar minimum N posisi.
%-Ns
: menampilkan semua karakter rata kiri dengan lebar min N posisi.
%N.Ms
: menampilkan rata kanan hanya M buah karakter pertama saja dengan lebar N
posisi.
%-N.Ms
: menampilkan rata kiri hanya M buah karakter pertama saja dengan lebar N
posisi.
%.Ms
: menampilkan sejumlah M karakter pertama rata kiri..
Menampilkan
Nilai decimal Integer
Kombinasi kode format
untuk integer :
%ld, %li : long int
%hi
: short int
%hu
: unsigned short int
%lu
: unsigned long int
Format penampilan :
%i
: menampilkan semua digit rata kiri.
%Ni
: menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar minimum N posisi.
%-Ni :
menampilkan semua digit rata kiri dengan lebar min N posisi.
%0Ni :
menampilkan rata kanan dengan lebar N digit, blank diisi dengan nol.
%+Ni : menampilkan tanda
positip pada numeric positip.
Menampilkan
nilai pecahan
Kombinasi Kode format
:
%lf atat %le atau
%lg
: double
%Lf , %Le atau
%Lg
: long double
Format penampilan :
%f
: menampilkan semua digit rata kiri.
%Nf atau %
-Nf : menampilkan semua digit
rata kanan atau rata kiri dengan lebar minimum N digit.
%N.Mf
: menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar min N digit dengan M
digit nilai di belakang koma..
%0Nf
: menampilkan rata kanan dengan lebar minimum N digit, blank diisi dengan nol.
%N.0f
: menampilkan semua digit rata kanan dengan lebar min N digit tanpa
pecahan.
%.Mf
: menampilkan nilai dengan M digit dibelakang desimal rata kiri.
#
: mencegah pembuangan angka-angka nol di belakang titik decimal.
¨ Menampilkan Nilai
Hexadesimal dan Oktal
%#x
: menampilkan nilai hexa dengan tampilan diawali 0x
%#o
: menampilkan nilai
octal dengan tampilan diawali 0
¨ clrscr()
:
perintah untuk membersihkan layar dan Prototype fungsi terdapat di file judul
conio.h
¨ gotoxy(kol,bar) : mengatur posisi kursor pada
kolom dan baris yang dituju.






0 komentar:
Posting Komentar